Keterampilan Dasar yang Sebaiknya Dimiliki Perempuan Sebelum Menikah

keteampilan dasar sebelum menikah

Saat usia 20 tahun, biasanya seorang perempuan sudah mulai memikirkan untuk memiliki pasangan hidup, menikah. Namun menikah bukanlah hal yang mudah karena menikah sebisa mungkin hanya sekali dalam seumur hidup. Makanya wajib untuk mempertimbangkan segala hal dengan matang sebelum memutuskan untuk menikah. Nah, sebelum menikah sebaiknya membekali diri dengan beberapa keterampilan dasar bagi perempuan yang nantinya akan sangat berguna ketika telah memiliki keluarga sendiri.

Mamak sendiri sih, saat usia 20 tahun itu masih berstatus mahasiswi yang lagi sibuk-sibuknya dengan urusan tugas-tugas kuliah dan juga KKN serta skripsi. Status juga masih jomblo tapi harus selalu bahagia dong. Walau saat itu sih sudah mulai menghadiri nikahan teman.

Bagaimana dengan Mamak? Apakah sudah mulai berpikir untuk menikah juga? Hmm, ada sih pikiran untuk nikah muda tapi saat itu masih mikir gimana cara biar bisa segera lulus kuliah. Kemudian kerja dan menikmati hasil, jalan-jalan, berbagi ke orang terdekat dan lainnya. Uhuuukk, padahal bilang aja karena belum punya pasangan jadi pikiran nikah masih jauh, hihihh.

 

Keterampilan Dasar Bagi Perempuan Sebelum Menikah

 

keterampilan dasar perempuan
keterampilan dasar perempuan sebelum menikah

Nah, bagi yang berpikir untuk nikah muda atau sedang merencanakan pernikahan, masih bisa dong untuk belajar keterampilan dasar bagi perempuan berikut yang mungkin belum ada dalam diri. Apa aja sih keterampilan dasarnya itu? Yuk kita simak ya.

 

1. Memasak

Pasti pernah dengar ungkapan “pikat hati suami dengan makanan” bukan? Nah, sebagai perempuan baiknya emang bisa memasak. Setidaknya bisa masak yang simple saja dulu seperti sayur bening atau tumis, telor ceplok, tahu-tempe goreng, dan menu simple lainnya itu bisa kita pelajari jauh dari sebelum menikah lho.

Meski sekarang sudah bisa praktis dengan klak klik smartphone saja untuk pesan makanan di luar sih, tapi kalau bisa menyuguhkan masakan dari hasil karya sendiri pasti ada rasa puas dan bangga doong. Apalagi sekarang udah bisa belajar dari banyak sumber seperti aplikasi masak, medsos dan juga YouTube. Kalau istirinya bisa masak, pasti puami pun akan lebih senang.  Selain itu bisa lebih higienis dan hemat juga dong.

 

2. Mengurus Rumah

Rumahku, Surgaku. Ungkapan ini juga pastinya sudah tidak asing lagi kan ya di telinga kita. Ketika menikah, tentunya seorang istri akan menjadi manager keluarga yang mengatur segala keperluan rumah tangga, tidak hanya mengurusi dirinya lagi melainkan suami dan juga anak-anak kelak begitupun dengan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci pakaian dan piring, melipat dan menyetrika dan lain sebagainya. Gak mau kan ya rumah berantakan gak karuan yang akhirnya buat kita sendiri jadi gak betah berada di rumah.

 

3. Merawat Anak

Belum nikah kok udah harus belajar merawat anak? Gimana caranya? Hmm, bisa dong! Dengan cara membiasakan diri dekat dengan anak-anak kecil di sekitaran kita. Bisa dengan ponakan sendiri, anak tetangga, anak teman dan lain sebagainya. Ambil hati anak-anak dan belajarlah untuk mengasuh atau merawatnya. Biar nantinya tidak kaget ketika punya anak sendiri terlebih lagi bayi.

Tidak lupa juga bekali diri dengan belajar ilmu parenting yang bisa kita peroleh dari baca buku dan website parenting, follow akun sosmed komunitas parenting, ataupun nonton YouTube.

 

4. Berkendara

Ketika telah menjadi Ibu dan anak-anak sudah masuk usia sekolah, kemampuan berkendara ini akan sangat terasa pentingnya. Jika seorang Ibu bisa menyetir kendaraan sendiri tentu akan lebih mudah untuk bisa mengantarkan anak-anak ke sekolah ketika pasangan sedang tidak berada di tempat atau berhalangan. Kalau bisa berkendara sendiri juga asyik kan ketika bepergian jauh dan pasangan sudah mulai kelelahan menyetir, bisa gantian dong.

Mamak merasakan banget nih susahnya tidak bisa berkendara sendiri, kemana-mana harus mengandalkan suami dan keluarga serta naik angkutan umum maupun aplikasi online, huhuh. Bukannya gak mau belajar ya, saya udah lama belajar bahkan sejak sebelum menikah sudah berapa kali belajar berkendara tapi hingga hari ini kemampuan yang satu itu belum bisa saya kuasai,  *mengsedih banget dah* , hiks.

 

5. Menjahit

Yups, menjahit salah satu keterampilan dasar yang sebaiknya perempuan miliki sebelum menikah. Gak perlu jadi yang pro, amatiran pun juga tak mengapa. Setidaknya bisa menjahit dasar atau jelujur. Jadi, jika ada pakaian yang robek dikit, kita masih bisa perpanjang usianya atau saat kancing baju copot bisa kita pasang kembali.

Mamak jadi ingat waktu awal-awal menikah dan ada kancing baju Paksuami yang copot dan bagian bawah celananya robek. Kemudian Mamak ambil jarum dan benang lalu pasang kembali si kancing yang copot tadi dan jelujur si celana yang robek tadi. Eehh paksuami malah bengong dan nanya “eh bisa jahit juga ya?” Mamak cuma menjawab dengan singkat, bisa doong *sambil kibasin jilbab* hihihihh.

 

Alasan Mengapa Perempuan Sebaiknya Belajar Keterampilan Dasar Sebelum Menikah

Ngapain sih repot-repot belajar keterampilan dasar segala sebelum menikah? Ribet banget sih hidupnya. Hohohoh karena sejatinya menikah itu tidak hanya untuk satu atau dua hari saja. Menyatukan dua kepala, kebiasaan dan sebagainya itu tidaklah semudah di sinetron lho tsaay.

Alasan mengapa perempuan sebaiknya bisa menguasai keterampilan dasar tersebut agar memudahkan saat menjalani kehidupan nyata pernikahan. Siap menerima situasi yang terjadi setelah menikah dimana biasanya kita akan merasa nyaman dan memilih untuk tinggal berdua dengan pasangan. Agar bisa merasakan bagaimana kehidupan pernikahan yang sesungguhnya, hanya ada istri dan suami. Biar gak bingung aja gitu kan saat tinggal berdua saja dan harus mengerjakan segala perintilan kerjaan rumah tangga.

Lho, kan bisa didelegasikan dengan teknologi dan kemudahan-kemudahan yang ada. Ngapain repot masak, kan bisa order makanan by online. Ngapain repot-repot urusan cucian dan setrikaan, kan ada laundry. Rumah juga bisa bersih kok dengan jasa cleaning service by order. Kalau gak bisa berkendara kan bisa pakai angkot, kendaraan online dan sebagainya. Anak juga bisa dijaga ama baby sitter. Baju rusak gak usah ribet tinggal beli baru aja. Repot amat ya? Xoxoxox.

Ini nih yang saya sebutkan tadi bahwa menikah bukan untuk sehari dua saja. Karena kalau kita berpikir untuk bisa mendelegasikan itu semua apa gak bobol tuh budgetnya? Kecuali sih ya kalau nikah dengan sultan yang kekayaannya tidak habis hingga sekian turunan mungkin bisa aja sesantai itu.

Namun perlu diingat lagi bahwa setelah menikah kita juga memiliki keluarga baru dari pihak pasangan. Gak mau dong ya jadi bahan pembicaraan oleh mereka karena kita disebut boros, gak bisa ini itu dan inu. 🙂

 

Penutup

Salah satu tujuan hidup adalah menikah, memiliki pasangan dan juga keluarga. Namun sebelum melangkah ke jenjang itu baiknya kita menyiapkan diri untuk memasuki dunia baru tersebut. Terlebih bagi seorang perempuan yang setelah menikah akan memiliki status baru yaitu Istri dan juga Ibu Rumah Tangga, meskipun bekerja di luar tapi tetap saja statusnya adalah Ibu Rumah Tangga ketika kembali ke rumah.

Bagi Temans Mamak yang ingin menikah atau sedang merencanakan pernikahan baiknya belajar untuk bisa mengetahui keterampilan ini yang nantinya memang akan bermanfaat ketika telah menikah. Dengan mengetahui keterampilan tersebut akan memudahkan di saat setelah menikah nanti, bisa hemat juga dong jadi dananya bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga ataupun liburan keluarga.

Nah, kalau Temans Mamak yang sudah menikah, dulu sebelum memutuskan menikah apa sempat belajar keterampilan dasar yang sudah saya sebutkan tadi? Belajar apa aja nih dulu apa sama dengan Mamak juga? Kalau ada yang mau ditambahin, feel free drop komennya ya 🙂

 

 

Cheers,
Diah

7 Comments

  1. avatar
    Parenting By Rey says:

    Hei Kamoh Mamak!
    Awas ajah tulisan ini dibaca para feminisme, kamoh bakalan dituduh jadi antek patriarkis!
    Sejak kapan wanita harus bisa melakukan pekerjaan ibuk-ibuk gituh, hah?!
    wakakakakakakak.

    Bagoes nggak peran antagonis akoh say?

    Saya setuju banget nget dengan keterampilan dasar perempuan sebelum menikah tersebut, dan kenapa semua hal yang ingin saya tulis, dirimu tulis duluan sih? hiks!

    Diriku pengen nulis ini, karena pernah berdebat dengan seorang penganut feminisme gen Z kayaknya ya, di mana mereka menolak kalau keterampilan di atas kewajiban wanita semata.

    Katanya, wanita juga punya pilihan untuk nggak perlu masak, yaitu bisa berkarya di luar rumah.
    Maklum yang komen demikian belom tauk dia dunia ini kagak bisa di atas mulu, whehehehehe

    7 Comments
    Reply
  2. avatar
    Diary Novri says:

    wididaww… ngakak baca komen mamak Rey diatas deh,.. tapi memang semua balik lagi sudut pandang masing-masing sih ya… diakui atau tidak, memasak, ngurus rumah, ngurus anak dll itu sudah identik sebagai tugas istri ( kecuali bagi Nia Ramadhani wkwk..) .. tapi, nggak semua perempuan dianugerahi kemampuan untuk itu. bukan ngga mau belajar, tapi memang kayak udah cetakannya ngga bisa bidang tersebut.. saya punya tetangga, buat ndondomi ( jahit tangan ) celana anaknya dia datang kerumah, minta tolong ke saya, wkwk… ada juga, yg ngga berani naik motor, jadinya ngandelin suami, atau ojek kalau mau kemana-mana.. eh ngga usah ngomongin orang lain deh, saya sendiri , ngga pandai masak.. hehehe,.. jujur sih, suka iri kalau lihat teman yg pinter masak, bisa bikin yg enak-enak buat keluarga,. tapi ya sudah, mau gimana lagi.. saya yakin, semua nya ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing, asal jangan patah semangat dan tetap mau belajar… semua pasti bisa jadi istri terbaik versi diri sendiri.. cayoo !

    7 Comments
    Reply
  3. avatar
    hastinpratiwi.comm says:

    Senyum² sendiri baca tulisan ini, hihiiii..
    Saya dlu belajar jahit malah waktu SD, Mbak karena sering ada pelajaran menjahit dari sekolah.
    Masak bisa dikit2, tapi memang gak suka kelamaan di dapur. *tutup muka
    Yang saya suka itu justru cuci piring, hahahaa…

    7 Comments
    Reply
  4. avatar
    Muyassaroh says:

    Dari semuanya yang belum sy kuasai memang berkendara. Dan berasa kok nyesel kenapa dulu nggak belajar. Kenapa nggak belajar? Karena orang tua nggak ngizinin anak perempuannya pergi-pergi sendiri apalagi belajar naik motor. Sekarang mentalnya sudah nggak pede duluan jadinya nggak ada keinginan buat belajar. ke mana-mana jadi susah..hiks.

    7 Comments
    Reply
  5. avatar
    Lia Yuliani says:

    Dari keterampilan di atas saya kurang menguasai berkebun dan menjahit. Padahal dulu nenek saya penjahit sebenarnya. Cuman nggak belajar jahit sayanya. Baking juga kurang suka. Untunglah saya bisa berkendara, alias naik motor. Soal masak kalau masakan sederhana sih lumayan bisa. Untuk kerjaan rumah paling nyetrika aja yang kadang keteteran. Its oke, semua bisa dipelajari soalnya

    7 Comments
    Reply
  6. avatar
    Erin says:

    Tipsnya boleh juga dipertimbangkan untuk calon Mamak sebelum menikah. Walau tidak harus jadi patokan harus bisa entah itu sampai mahir atau sekedar dasarnya saja, karena setiap wanita tentunya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Soal masak misalnya, sampai sekarang aku tidak pandai masak dan suami biasa saja. Berkendara baru bisa setelah menikah, karena sebelum menikah tidak mampu walau untuk beli sepeda dan setelah menikah pun masih ada solusinya walau tidak bisa mengendarai motor atau mobil. Seperti, anak sekolah di lokasi yang dekat rumah agar bisa jalan kaki atau bisa naik ojol. Itu juga yang aku lakukan saat memutuskan SMA, karena jarak rumah ke SMA terdekat 30 menit dan tidak ada kendaraan umum, alhasil memutuskan sekolah di kota agar bisa kos. So, dari setiap permasalahan pasti ada solusinya.

    7 Comments
    Reply
  7. avatar
    antung apriana says:

    saya tambahin satu boleh, nggak? keterampilan ngatur duit. hihi. berasa banget setelah menikah dan punya anak kemampuan mengatur keuangan itu penting sekali apalagi kalau misal suami memberikan tanggung jawab ini ke istri.

    7 Comments
    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.