Table of Contents
Pemicu Tantrum pada Ibu
Tak mungkin ada api tanpa ada asap. Pepatah yang mengartikan tak mungkin ada akibat tanpa sebab pun juga bisa menghampiri Ibu dan akhirnya tersulut rasa emosi sehingga jadi tantrum. Lalu apa aja sih hal yang bisa membuat ibu menjadi tantrum?
1. Masalah dengan Pasangan
Hal yang biasanya jadi salah satu trigger yang munculnya tantrum adalah karena punya masalah dengan pasangan yang mungkin saja belum tuntas dibicarakan. Sayangnya mungkin salah satu atau biasanya sih pasangan yang tidak peka untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi concern seorang Ibu. Pasangan yang cuek dan minim komunikasi nih bagai menunggu bom waktu yang siap meledak kapan saja.
2. Merasa Lelah yang Berlebih
Biasanya karena merasa lelah mengurus anak dan juga rumah seorang diri sementara pasangan tidak ikut mengambil alih sebagian pekerjaan rumah saat berada di rumah. Belum lagi jika sang suami juga tidak punya waktu untuk sekadar bermain bersama anak atau pun mengobrol bersama sang istri. Padahal terkadang istri hanya ingin didengar keluh kesahnya, meski mungkin suami tidak bisa ikut membantu penuh dalam urusan menjaga anak dan juga mengurus rumah.
3. Tidak Ada Me Time Bagi Sang Ibu
Meski sudah menjadi seorang Ibu, tapi tetap dong butuh waktu sendiri. Me time buat Ibu sama dengan cara Ibu menjaga kewarasannya. Namun gimana bisa me time jika semua waktu tercurah untuk mengurus anak dan juga pekerjaan domestik rumah tangga yang terus berulang bagai tak berujung. Sejatinya Ibu pun juga butuh waktu untuk sendiri sebagai bentuk apresiasi pada diri sendiri atau self love.
Tidak Dapat Mengelola Emosi Diri
Emosi negatif seperti rasa cemas, sedih, takut yang berlebih namun tidak bisa terkontrol oleh Ibu dengan baik akan membuat sang Ibu akan merasa insecure. Sikap yang seperti ini akan memicu sang Ibu akan mudah marah dan menjadi tantrum.
Bentuk Tantrum pada Ibu dan Cara Mengatasinya
Tantrum pada Ibu itu ibarat membangunkan singa yang sedang tidur, bisa merembet kemana-mana dah urusannya. Ibu bisa jadi diam seribu bahasa, bisa mogok masak, mogok ngomong, mogok urus rumah, mengomel tiada henti, marah, membentak, dan paling sedih bisa jadi anak-anak pun akan kena imbasnya, hikss.
Jika salah satu gejala tantrum mulai terasa, wasapadalah! Ibu jangan pernah ragu ya untuk istirahat sejenak, tidak ada salahnya jika berkeluh kesah pada orang yang Ibu percaya. Jangan menyimpan sendiri perasaan yang berkecamuk di dalam hati. Paling tepat sih berbicara pada pasangan. Ungkapkan semua apa yang selama ini mengganjal dan lebih baik lagi jika ada solusi atas semua apa yang telah Ibu utarakan.
Tantrum pada Ibu sebenarnya bisa dirasakan dan dikendalikan oleh dirinya sendiri. Makanya jika trigger atau pemicunya mulai terasa, berhentilah dari kegiatan yang sedang Ibu lakukan. Saatnya Ibu mengerjakan sesuatu yang dapat membangkitkan kembali mood Ibu seperti dengan mengerjakan hobi yang mungkin saja selama ini tidak bisa dilakukan, berjalan-jalan sendiri, window shopping atau mencoba kuliner baru yang ada di sekitar. Buatlah diri Ibu menjadi lebih rileks agar beban yang ada menjadi lebih berkurang
Pentutup
Tantrum atau dalam bahasa Melayu disebut dengan perangai yaitu kondisi seseorang yang menunjukkan kemarahan atau rasa frustasi yang tak terkendali. Bukan hanya anak kecil saja yang dapat mengalami tantrum, namun orang dewasa khususnya Ibu pun juga dapat mengalaminya.
Tantrum pada Ibu tidak muncul begitu saja namun terjadi karena adanya pemicu yang bisa menimbulkan ledakan pada Ibu, rasa lelah yang berlebihan bisa menjadi salah satu penyebab munculnya tantrum. Oleh karena itu, jika sudah merasakan pemicu akan munculnya tantrum sebaiknya berhenti dari segala aktivitas dan lakukan sesuatu yang bisa membangkitkan kembali moodnya. Lebih baik lagi jika Ibu bisa mengungkapkan apa yang Ibu rasakan pada pasangan dan temukan solusinya secara bersama.
Hmm, Temans Mamak pernah merasa tantrum? Jangan takut ya untuk cerita ke orang terdekat. Boleh juga lho sharing di kolom komentar terkait pengalaman tantrum atau mengatasi Ibu yang tantrum.
Semoga bermanfaat.
Pepatah yang mengartikan tak mungkin ada akibat tanpa sebab pun juga bisa menghampiri Ibu dan akhirnya tersulut rasa emosi
Kemarin sempat membaca tentang postingan parenting di IG, disitu disebutkan Ibu yang berada di rumah, mengurus anak dan keluarganya tanpa bantuan orang lain menghasilkan 98% hormon kortisol atau hormon stress lebih banyak ketimbang Ibu yang bekerja.
Bisa jadi kalau hormon kortisol tidak di reduce, sepertinya akan berlanjut ke tantrum pada Ibu ya mbak Diah. Dan bener banget kata mbak Diah, yang bisa me reduce cuman diri Ibu sendiri. Caranya berbagi pendapat dengan suami, cari bantuan orang untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan banyakin ‘me time’.
Fiuh, jadi khawatir saya kalau tetiba jadi tantrum huhuhu. But anyway trims buat bacaannya mbak Diah *sendlove
Aku termasuk yang suka tantrum kalau kelelahan, tapi kadang suami tuh semacam kurang tinggi sinyalnya buat menangkap kelelahanku. Hadeeh.. ya mungkin sebenarnya dia juga capek ya. Makanya untuk beberapa pekerjaan, aku pilih buat cari asisten sih, kayak laundry atau warung makan gitu. Andai yg bagian cuci piring juga ada asisten lagi -_-
Ternyata seorang Ibu bisa mengalami tantrum ya. Buka hanya seorang anak saja. Iya sih waspada dan lebih mengutamakan sikap positif dan tidak diam juga harus di diskusikan kepada pasangan jika gejala tantrum datang.
Menarik! Saya melihat ibu saya saja seharian di rumah ngurusin hal-hal dapur dan rumah tangga, kadang jadi suka nggak sengaja ngambek. Mungkin memang lelah dan capai.
Paling cara saya mengajaknya jalan-jalan ke luar belanja ke minimarket. Ternyata, ibu rumah tangga, kadang cukup dengan menghirup udara luar saja bisa rileks lagi.
Sejak rajin nulis curhat secara jujur tanpa jaim ditutup-tutupi 😅 aku jadi lebih kenal dengan diri aku lho mom. So, kalau udah ada hawa2 marah biasanya lebih menyadari.
Menyadari mau marah, menyadari kenapa perasaan marah muncul bikin aku lebih gampang menemukan solusinya.
Saya mengira tantrum hanya ada pada anak. Ternyadapada ibu juga ada. Atau mungkin bisa terjadi pada siapa saja?
Tapi, kesibukan sebagai ibu rumah tangga apalagi sambil berkarir juga, tentunya waktunya terbagi untuk pekerjaan rumah dan kantor. Waktu untuk diri sendiri pun tidak ada. Pentingbanget me time ini, jangankan buat ibu rumah tangga. Buat saya yang masih solo dalam segala hal ini masih butuh banget me time biar ga tegang-tegang amat kehidupan.
Yang penting, jangan lupa bersyukur dan bahagia. 🙂
Benar sekali.
Tantrum yang terjadi pada seorang ibu, bisa mengerikan.
Jadi, jauh lebih baik mencegahnya, meluangkan me time untuk menjaga kewarasan dan tips-tips lain seperti ulasan di atas
Belum jadi ibu, ehmm next lah ya atau soon jadi ibu
walau sebagai istri pun kadang ada aja hal bikin tantrum, ahhaaa.
Benar kalau kata smean, ada hal yang menjadi pemicunya, salahsatunya dari yang sudah disebutkan di atas
Sehingga kalau sudah terjadi, yaudah tenangin diri dulu, nggak mau kerjakan apa-apa dulu, hingga lebih tenang. Kalau saja bisa teriak mah mau aja teriak. Tapi rumah nempel banget sama tetangga, jadi berpikir ulang kalau mau teriak. hehheee
Mengatasi saya tantrum sebenarnya gampang. Tinggal dipeluk suami saja, didengarkan keluh kesahnya, terus diajak makan di luar. Karena lapar bisa memperparah tantrum. Jangan lagi capek mau masak dulu buat makan, nanti tambah tantrum.