Sebagai orang tua, harapannya sih agar anak mau dan selalu terbuka pada orang tuanya. Tidak jarang orang tua berusaha untuk menjadi sahabat terbaik bagi anak, agar anak bisa curhat kepada orang tua. Hal ini penting agar orang tua dapat mengetahui perkembangan anak, komunikasi orang tua dengan anak pun bisa berjalan lancar, dan masih banyak lagi manfaat lainnya ketika anak terbiasa dekat dan mengutarakan isi hatinya pada orang tua. Lalu, bagaimana dengan orang tua? Apakah orang tua curhat pada anak juga oke? Apakah ini juga jadi harapan anak?
Table of Contents
Tentang Curhat
Curhat atau curahan hati menjadi salah satu jalan bagi seseorang yang sedang mengalami keresahan pada dirinya. Galau, sebutlah seperti itu. Di mana suasana hati sedang tidak nyaman, kacau karena banyak pikiran atau juga ketika sedih. Maka saat itulah seseorang butuh teman untuk curhat, berbagi cerita untuk mencurahkan isi hati. Hmm, namun tak jarang ada orang yang sedang bahagia pun ingin curhat sih, berbagi kebahagiaan. Berbagi cerita pada orang terdekat dan terpercaya seperti sahabat, saudara ataupun pasangan.
Memilih Teman Curhat
Apa saja sih yang biasa menjadi bahan curhatan? Hmm, setiap orang pasti punya cerita masing-masing. Punya masalah yang tidak bisa dibagi kepada semua orang. Maka dari itu, sebagai makhluk sosial, seseorang butuh orang lain untuk bisa mendengarkan curhatnya. Namun, memiih teman curhat pun juga tidak bisa asal karena biasanya sesuatu yang jadi bahan curhat adalah bersifat rahasia. Memilih teman curhat hendaknya orang yang amanah atau terpercaya agar curhat kita tidak bocor.
Biasanya yang menjadi teman curhat adalah sahabat terdekat yang bisa saling mengerti. Tidak sedikit pula orang memilih saudara ataupun keluarga dekat lainnya yang menjadi teman berbagi cerita atau curhat. Begitupun dengan seseorang yang telah memiliki pasangan, hendaklah yang menjadi teman curhatnya adalah pasangannya sendiri. Jangan sampai memilih nyaman curhat dengan sahabat yang lawan jenis dan sudah memiliki pasangan juga. Big NO sih ya untuk hal ini!
Lalu, bagaimana dengan curhat pada anak? Sebagai orang tua sih, harapan kita adalah anak yang nyaman untuk curhat pada kita orang tuanya. Namun jika suatu hari orang tua sedang galau dan butuh curhat pada anak sih rasanya sah-sah saja yang penting lihat dulu ya apa yang ingin kita curhatkan ke anak. Sesuaikanlah dengan usia anak, jangan sampai curhatan orang tua menjadi beban pikiran anak.
Yay! Orang Tua Curhat pada Anak
Meski belum pernah curhat serius kepada anak, Mamak yakin bahwa anak pun akan merasa senang jika orang tua mau berbagi padanya. Anak akan merasa orang tua menghargainya, baik menghargai keberadaan dan pendapatnya. Meski mungkin orang tua hanya ingin untuk anaknya mendengarkan ceritanya saja.
Orang tua memang harus dekat terhadap anak, sesekali untuk saling curhat juga perlu bagi orang tua dan anak. Sebab anak akan bertumbuh dan menjadi dewasa. Jika terbiasa untuk berbagi pada orang tua, kelak anak akan dekat pada orang tua dan merasa nyaman untuk saling berbagi cerita.
Misalnya, Ibu yang curhat tentang perempuan ke anak perempuannya. Dari sini Temans Mamak juga sebenarnya bisa menyisipkan petuah untuk anak yang berkaitan dengan perempuan. Seperti menjaga kebersihan saat haid atau menjaga diri saat berteman dengan lawan jenis. Penting untuk kita ingat sih bahwa tidak semua permasalahan bisa orang tua curhatkan pada anak, semua harus menyeusuaikan dengan usia anak juga.
Dengan seringnya sesi curhat antara antara anak ke orang tua dan begitu juga sebaliknya, anak akan terbiasa berpikir terbuka. Tidak takut mengemukakan pendapat dan perasaannya. Sebab seiring waktu anak pun akan bisa memberikan pendapat bahkan mungkin solusi bagi kegalauan orang tuanya. Namun sebagai orang tua jangan pernah memaksa jika anak tidak ingin kita ajak untuk curhat karena akan membuatnya merasa nyaman.
Penutup
Kalau Temans Mamak bertanya, orang tua curhat pada anak, yay or nay? Saya sih yay aja untuk urusan satu ini. Tapi jelas perlu pertimbangan ketika orang tua hendak curhat pada anak. Perhatikan usia anak dan juga kemampuan berpikirnya, jangan sampai curhatan dari orang tua membuat mereka jadi tertekan.
Cheers,
Diah
Aku juga kadang suka curhat sama anakku, kebetulan mumpung anakku usianya masih 8 bulan, jadi ga ngerti apa-apaan, hahaha
Entah ya nanti kalo dia udah gede, bisa tetep deket atau gimana. Tapi kalo gasalah gen Z mah gabisa di-treat kaku kayak orang tua zaman dulu ya. Jadi kita sebagai orang tua pun harus bisa menyesuaikan frekuensi biar bisa nyambung sama anak.
Kalo menurut molly, boleh dong orang tua curhat pada anak. Berbicara dari hati ke hati akan membangun bonding diantara keduanya.. bila perlu sejak masih dalam kandungan udah dicurhatin nih bayinya.
Aku si yay tapi utk permasalahan yg ringan2 aja. Jadi awalnya kupengen anakku yg abege mau terbuka gitu semua diceritakan ke aku penting atopun ndak. Nah aku mrngawali dgn aku dlu yg suka cerita misal cerita pengalaman di kelas atau cerita jaman2 skolah dlu. Alhamdhulilah anakku pun sedikit2 mulai terbuka juga
Aku sepakat. Bahwa memilih teman curhat nggak bisa sembarangan. Karena ketika kita ingin curhat makan ceritanya sudah bisa pasti adalah sebuah rahasia. Bisa bahaya kalau cerita rahasia ini bertebaran hanya karena orang yang diajak curhat suka ember.
Ngomongin soal orang tua yang curhat ke anak mah nggak masalah sih ya. Mamaku kadang curhat ke aku. Terus aku jadi terdorong buat curhat ke beliau juga.
Curhat ke anak bisa jadi cara untuk bonding ya. Biar bisa dekat karena udh biasa bicara dari hati ke hati.
Cuma daku mikir ga semua masalah bisa dicurhatin ke anak. Takutnya dia malah stress dan overthinking.
Saya juga memilih ‘Yay’.
Tentu dengan harapan, anak belajar untuk terbiasa memetik berkah di balik setiap masalah. Plus, kalau giliran nanti anak punya masalah, anak juga ringan hati buat curhat ke orang tua. Timbang bergantung pada orang di luar sana, yang sulit terjamin kemampuannya menjaga rahasia.
Kalo menurut saya, orangtua curhat pada anak, oke-oke aja sih. saya setuju kalo hal tersebut setidaknya bisa mendorong anak untuk melakukan hal serupa, terbiasa mengemukakan pendapat atau berbagai perasaan. tapi balik lagi ke hubungan keduanya. karena saya sendiri merupakan anak yg jarang curhat pada orang tua
Yay donk mbak
Malah lebih antusias dengerin Emak kalau mau cerita
Jadi tahu apa yang sedang dihadapi ataupun dialami
Tapi kalau aku cerita ke Emak perlu menyortir cerita nya biar yang ga baik-baik tidak bikin beliau kepikiran
IMHO, nggak apa-apa orang tua curhat kepada anak, walau masih banyak juga orang tua yang berpikir kalau curhatnya bakal membebani. Kalau saya sendiri sebagai anak senang, jika bisa bertukar pikiran dengan orang tua. Tapi sayanya sendiri nggak suka dipaksa curhat ke orang tua, hehe.