Apa yang terlintas di benak Temans Mamak jika mendengar atau membaca kata cinnamon? Yup, kayu manis! Salah satu bahan rempah yang biasa kita gunakan untuk masakan maupun kue. Sama seperti Raisya yang senang dengan cookies yang terbuat dari bahan cinnamon hingga akhirnya Raisya (10 tahun), seorang anak yang sejak bayi mendapatkan vonis sebagai anak down syndrome ini bisa membuat cookies cinnamon sendiri.
Meski cinnamon atau kayu manis punya wangi yang khas dan rasanya memang manis, namun nyatanya jika kita memberikan kayu manis yang berlebih pada masakan kita, rasanya akan menjadi pahit. Sama seperti kehidupan ini yang berjalan tidak selamanya manis. Persis dengan cerita Bunda Ata dalam buku Raisya Rasa dari Hati, Cinnamon Cookies 🙂
Table of Contents
Raisya Cookies of Love Series Rasa dari Hati, Cinnamon Cookies
Identitas Buku

Judul: Raisya Cookies of Love Series, Rasa dari Hati Cinnamon Cookies
Penulis: Pena Cahaya Sahabat
Terinspirasi dari kisah: Harun Rahimahullah, Martha & Raisya
Penerbit: PT. Cahaya Muda Berdikari – Surabaya, Jawa Timur
Halaman:Â Â 119 Halaman
Cetakan: I, Mei 2023
Terbitan Spesial: Yayasan Cahaya Sahabat Surga
Blurb
Bagaikan kayu manis. Begitulah kisah Ata, sosok wanita dalam buku ini yang mengarungi pahit manisnya kehidupan. Meski terjal dan berliku, Ata menyadari bahwa perjalanannya merupakan skenario Allah Ta’ala yang harus dinikmati prosesnya. Grand design yang Maha Kuasa dirasakannya saat Allah Ta’ala mempertemukan dengan seorang pria yang kemudian menjadi jodohnya. Mengawali mahligai rumah tangga, perjalanan Ata dan AL sempat tergoncang. Namun, perjalanan pernikahan yang berliku itu memberi pelajaran kepada Ata bahwa mencintai seseorang hendaknya karena Allah Ta’ala.
Review Buku Raisya Rasa dari Hati, Cinnamon Cookies
Jujurly, ini adalah buku pertama yang Mamak baca dalam kurun waktu yang sangat singkat. Kurang lebih hanya sejam saja buku ini tamat, namun tidak ada kata bosan untuk terus mengulang membacanya kembali.
Raisya Cookies of Love Series, Rasa dari Hati ini merupakan buku berseri yang memiliki judul sama dengan varian cookies buatan Raisya. Untuk seri yang pertama ini adalah Cinnamon, si kayu manis yang memiliki rasa dan wangi yang khas.
Buku yang keren dan menarik ini memiliki cover tebal dan dominan berwarna putih. Pada cover depan terdapat gambar cookies cokelat bertuliskan Cinnamon dan latar belakang bahan dan alat-alat membuat cookies.
Dari luarnya saja sudah cakep, nah di dalamnya tidak kalah kece lagi karena ada sticker lucunya juga, lho. Jadi baca buku berasa seperti baca journal atau buku harian dari Bunda Ata, dari awal pertemuan dengan Ayah AL hingga kehadiran Raisya yang spesial di tengah kehidupan mereka.
Cinnamon Cookies: Kayu Manis Tak Selamanya Manis
Buku Raisya Rasa dari Hati ini berawal dari kisa perkenalan Bunda Ata dan Ayah AL saat Bunda Ata menjual mobil bekasnya pada showroom yang dikelola oleh Ayah AL. Ternyata perkenalan ini tidak sampai di situ saja.
Suatu hari AL menghubungi Ata untuk menanyakan prihal cek, apakah sudah dicairkan. Obrolan mereka berlanjut dan nyambung karena ternyata AL adalah teman kuliah Yesi, sahabat Ata saat duduk di bangku SMP. AL pun memberanikan diri berkunjung ke rumah Ata. Meski Ata merasa AL bukanlah tipenya, karena menurutnya AL adalah orang yang cenderung pendiam dan kaku, berbeda dengannya yang periang. Ibaratnya mereka bagaikan bumi dan langit. Namun ternyata Mami Papi Ata menyukai AL yang tidak aneh-aneh ini.
Hingga suatu hari Papi Ata menanyakan hubungan anaknya pada AL dan dengan tanpa ragu AL berkata akan menikahi Ata. Memang, jika Allah berkehendak, semua bisa terjadi. Agustus 2003 Pernikahan pun berlangsung. Namanya pernikahan, tidak ada yang semulus jalan tol, pastilah ada kerikil dan batu yang menghadang. Demikian pula dengan pernikahan Ata dan AL.
Penyesuaian demi penyesuaian terus mereka jalani meski sering terasa tiada hasil bahkan di tahun pertama pernikahan, mereka sudah mengalami konflik yang kembali sang Papi mendudukkan keduanya dan bertanya apakah hubungan pernikahan mereka ingin selesai atau diteruskan?
Keduanya hanya bisa menunduk sebelum akhirnya menjawab ingin bertahan dan meneruskan pernikahan mereka. Kemudian setahun setelahnya, Papi Ata memberangkatkan keduanya untuk menjalankan ibadah umrah.
Percaya saja pada Allah: Penantian yang Membuahkan Hasil
Setalah menjalani pernikahan selama 8 tahun, mereka belum juga mendapatkan tititpan amanah berupa anak. Meski sebenarnya Ata beberapa kali pernah hamil namun keguguran.
Berbagai macam program hamil telah mereka jalankan. Mereka pun akhirnya pasrah dan melonggarkan keinginan untuk memiliki anak. Allah menjawab doa mereka berdua, Ata akhirnya hamil dan selama kehamilan jabang bayinya manis, tak berbuat ulah. Dia bisa merespon apa yang Ata sampaikan, Mei 2013 sang bayi lahir dengan selamat.
Hari kelahiran anak mereka membuat keduanya sangat bahagia, namun pada malam harinya dokter memanggil AL dan menyampaikan satu berita yang seketika membuat AL kembali ke kamar dengan wajah muram.
Dokter menyampaikan bahwa anak mereka berbeda, down syndrome, yang sudah terlihat dari matanya dan menurut dokter anak mereka nantinya tidak bisa apa-apa.

Berbeda dengan reaksi AL yang terlihat muram, Ata menanggapi diagnosa dokter dengan santai dan menguatkan AL dengan kata-kata bahwa seharusnya mereka bersyukur karena Allah akhirnya memberikan mereka anak setelah sepuluh tahun menunggu.
Ata pun menambahkan bahwa jika Allah memberikan anak yang berbeda kepada mereka, itu tidak apa-apa dan anak mereka akan menjadi Laboratorium Kehidupan bagi keduanya.
Sungguh, luar biasa ya Bunda Ata ini, bisa menerima kenyataan dan berbesar hati bahkan masih bisa menghibur suaminya sendiri padahal seharusnya Bunda Ata yang harus mendapat support. Secara ya, orang yang baru melahirkan rawan mengalami baby blues.
Raisya, Guru Terbaik Ata
Bayi yang sejak lahir dokter sebut sebagai anak yang berbeda karena down syndrome itu diberi nama Raisya. Nama yang indah pemberian seseorang yang menjadi sosok bapak bagi Ata dan AL yang mereka hormati.
Raisya mendapatkan sambutan hangat oleh keluarga. Mereka menerima Raisya dengan sangat bahagia, tidak hanya Mami dan Papi Ata demikian juga dengan Ayah dari AL. Dukungan dan limpahan kasih sayang dari Nenek dan Kakek Raisya sangat berarti bagi Ata dan AL.
Jika anggapan orang anak down syndrome adalah kekurangan, Ata malah menganggapnya sebagai kelebihan. Anak yang luar biasa, di luar dari kebiasaan. Dan itu benar bahwa Raisya memiliki kelebihan yang berbeda dari anak-anak seusianya.
Raisya memiliki empati yang kuat dan kemampuannya sebagai problem solver. Ata belajar banyak hal dari Raisya, dari mengamati perilaku, gerak-gerik, ekspresi, hingga apa yang Raisya rasakan.
“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu kepada anak-anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim) – Raisya Cookies of Love Series, Rasa dari Hati – Cinnamon Cookies.
Ata dan AL merawat Raisya secara bersama. Mereka pun juga rajin membawa Raisya kontrol ke dokter dan rumah sakit. Ata pun juga selalu berusaha mengajarkan AL berbagai hal termasuk memandikan Raisya agar muncul bonding antara papa dan anak.
Hingga pada Juni 2021 AL terkena covid dan harus menjalani perawatan di rumah sakit sendiri tanpa Ata dan Raisya karena mereka menjalani isolasi mandiri di rumah. AL akhirnya meninggal di rumah sakit karena covid dan tanpa bertemu Ata dan Raisya di saat terakhir, hanya melalui sambungan video call Ata melakukan talqin untuk mengantarkan AL ke kehidupan selanjutnya.
Bagaimana kelanjutan hidup Ata dan Raisya setelah meninggalnya AL? Temans Mamak bisa menemukan jawabannya pada buku Raisya Cookies of Love Series, Rasa dari Hati Cinnamon Cookies dengan ikut mengadopsi buku keren ini ya.
Kesan Setelah Membaca Buku Raisya Rasa dari Hati, Cinnamon Cookies
Membaca buku ini buat kita bisa belajar banyak hal. Bunda Ata yang menerima Ayah AL yang awalnya ia anggap bagaikan langit dan bumi. Namun seiring berjalannya waktu mereka bisa saling melengkapi dan menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Bunda Ata yang selalu berpikir positif dalam menjalani ujian dan Ayah AL yang bisa menguatkan Bunda Ata bahkan saat mereka belum juga mendapatkan amanah anak dalam pernikahan mereka.
Bunda Ata yang mencetuskan menjadikan Raisya sebagai Laboratorium Kehidupan bagi mereka saat kelahiran Raisya, nyatanya benar-benar bisa terwujud.

Buku ini sungguh berbeda karena dikemas dengan sangat menarik. Membaca kisah inspiratif keluarga Raisya ini berasa sedang membaca diary sang Bunda secara langsung. Apalagi bukunya lengkap dengan sticker-sticker lucu dan halaman full color.
Ceritanya mengalir dengan begitu indah. Tidak lupa, ada kutipan-kutipan ayat dan juga hadist yang relate dengan kisah pada buku ini yang bisa sebagai pengingat dan pelajaran juga bagi semua pembaca.
Raisya Cookies: Persembahan Cinta dari Raisya yang Spesial
Raisya memang anak yang spesial. Walau dokter memvonis bahwa dia tidak bisa apa-apa, nyatanya di usianya yang 10 tahun ini dia telah berhasil membuat cookies sendiri dengan 6 varian rasa.
Cookies adalah camilan kesukaan Raisya sejak kecil dan dari kecil pula Raisya punya ketertarikan dalam membuat cookies. Dari kegiatan membuat cookies pula Raisya bisa belajar berhitung, dari menakar bahan-bahan, mengenal bentuk dan tentu juga belajar tentang waktu.
Saya baru mencoba Raisya cookies yang varian Cinnamon, wangi dan rasa kayu manis pada cookies ini pas. Cookies ini cocok untuk sebagai teman ngeteh atau ngopi di pagi maupun sore hari sambil baca buku maupun quality time bersama keluarga. Cocok juga lho Temans Mamak jadikan sebagai hadiah atau hampers untuk keluarga dan sahabat karena cookies ini tersedia dalam kemasan box isi 6 pcs dan 12 pcs.

Tapi saya yakin sih Temans Mamak juga penasaran kan degan buku Raisya Rasa dari Hati? Langsung pilih paket adopsi buku aja yuk, nantinya Temans Mamak akan dapat buku plus 3 pcs Cinnamon cookies seharga Rp 175.000,-.
Untuk informasi pemesanan bisa langsung ke website raisyarasadarihati.id atau WhatsApp 0817 900Â 5001 dan 0817 900Â 5002. Atau bisa kepoin medsosnya juga di @raisyacookies.idn @raisyarasadarihati.idn, di sana Temans Mamak bisa lihat kegiatan-kegiatan Raisya dalam membuat cookies.
Setelah membaca Cinnamon Cookies, jadi tidak sabar untuk membaca buku selanjutnya dari Raisya Love Series ini, Vanilla Cookies.
Penutup
Membaca buku Cinnamon Cookies ini, jadi ikut setuju dengan Bunda Ata kalau hidup ini memang seperti kayu manis. Jika kita tambahkan kayu manis dengan ukuran pas tentu rasanya akan sedap.
Namun, jika berlebih maka bukan lagi sedap yang akan kita rasakan melainkan sedikit pahit dan tentu tidak enak di lidah. Begitu juga dengan kehidupan yang tidak selamanya manis, ada kalanya muncul rasa pahit yang akan memperkaya rasa dalam hidup.
Salam,
Diah
Awalnya aku pikir buku resep masakan cake mbak. Ahaha. Ternyata simbol kayu manis tentang manis pahit kehidupan hihi
Saya selalu suka membaca kisah-kisah atau cerita inspiratif seperti buku Cinnamon Cookies ini. Pasti ada pembelajaran dan hikmah yg bisa kita ambil.
Mau kepoin web nya dulu ah.
Awalnya kukira ini buku resep aneka macam cookies. Cover bukunya menarik ya, Mbak. Kalau aku belum pernah bikin cookies kayu manis. Aku seringnya pakai kayu manis untuk bikin kolak. Banyak juga ya pesan baik di buku dan bener banget kalau hidup tuh nggak hanya manis aja tapi ada juga pahit dan asam.
Perjuangan kisah cintanya Ata, hingga maut memisahkannya dengan AL, lalu Raisya.. pastinya banyak hikmah yang terselip dalam kisah tersebut. Keren penulisnya yang membuat kisah yg mengggugah jiwa inj
aku juga sukaaa dengan cinnamon atau kayu manis, karena memang khas sekali aroma dan rasanya. Jadi pengen ikutan nyicip juga mbaa
setuju, hidup tuh kayak kayu manis, ada manisnya, ada pahitnya juga ada wanginya hehee jadi makin lengkap dan berwarna
Keren ya bisa menuliskan kisah hidup ke dalam buku, dan jadi cerita yang enak dibaca. Pastinya banyak hikmah yang bisa dipetik pembacanya. Duh aku jadi penasaran kepengen baca bukunya dan nyicip kuenya. 😀
MashaAllah~
Kehidupan Bunda Ata yang penuh dengan ujian menjadikan kita semua pembelajar bahwa seluruh takdir ini harus disyukuri dan dijalani dengan penuh rasa tawadhu. Bagaimana Bunda Ata memaknai setiap ujian juga mashaAllaa~
Menumbuhkan semangat bagi Raisya untuk membuat kue lezat dan buku yang berisikan banyak hikmah. Barakallahu fiikum~
Baca perkenalan Bunda Ata dengan pasangannya jadi ingat kisah papa mertuaku yang kenal dengan istri yang sekarang (mamah mertua sudah meninggal) saat membetulkan AC mobil di bengkel AC mamah mertuaku yang sekarang… berawal dari sana akhirnya mereka menikah deh… 😀
Ulasan yang menarik jadi penasaran dengan kisah kehidupan Ata dan Raisya setelah kepergian imam mereka? Banyak ujian yang dihadapi Ata ya, menanti buah hati selama 8 tahun, sekalinya diberi amanah, buah hati yang lahir mengalami down syndrome setelah itu masih lagi diuji dengan kehilangan suami. Kisah hidup yang penuh perjuangan dan menginspirasi ya, btw kisah yang dituang dibuku ini berdasarkan kisah nyata penulisnya ya?
Covernya manis banget, bikin pengen ikutan baca. Lalu pas lihat halamannya juga full ilustrasi dan cerita tentang Ata, AL, dan Raisya, dari review ini juga menarik. Wajib beli nih
Menarik banget nih kisah Ata, ah jadi ingin baca lengkapnya. Tertarik juga sama desain covernya yang manis.
Emang susah seharusnya menerima kenyataan raisya down sindrom tapi kita tak boleh berputus aja bahwa dibalik kekurangan pasti ada kelebihannya… Jadi beli ah buku ini buat isi senggang kalian
Terharu sekali. Baru dapat sedikit bocoran kisah perjalanan Bunda Ata dan Ayah AL saja, sudah bikin mata berkaca-kaca. Apalagi di saat terakhirnya, beliau nggak bisa berjumpa dengan Bunda Ata dan Raisya sebab dalam ruang isolasi penanganan Covid-19/ Ya Allah, hatiku mendadak serasa sedih sekali membayangkannya. Kayu manis memang nggak selalu bisa memberi rasa manis kalau takarannya nggak pas ya. Aih, pesan ini yang lekas tertangkap olehku. Seru sekali baca buku sambil menikmati cookies-nya juga.
Aku masih ingat bener rasanya cinnamon dari kue saat aku melahirkan.
NIkmat, namun tetap ada rasa rempah yang kuat.
Jadi kagum banget dengan kesabaran Bunda Ata dalam mengasuh ananda Raisya hingga terus menumbuhkan kebaikan dan bakat yang dimiliki.
Barakallahu fiik~
wah bukunya ini ringan tapi juga makjleb dalam banget ya, banyak filosofi hidupnya juga, cukup membantu mengingatkan kita utk selalu bersyukur walaupun hidup itu rasanya gak selalu manis
Kirain ini novel mbak tapi kayaknya kisah inspiratif gitu yaa. lucu banget eh desain dan lay out isinya benar-benar eye catching
Menarik banget ceritanya mengibaratkan hidup ada wangi2 kayu manis hehhehe kue cinnamon yang manis pastinya menggambarkan hidup yang manis dan penuh rasa
Berat banget ya ujiannya. Udah susah punya anaknya, lalu pas berhasil eh dapat anak spesial. Semoga menjadi jalan ke surga. Bukunya bikin sedih nih kayaknya. Makasih reviewnya.
eh beli buku berhadiah cookies! anakku suka dengan cookies kya gini.. keren ya Raisya, usia 10 tahun sudah bisa berkreasi membuat cookies nya sendiri. sukses ya untuk buku dan cookies nya.. <3
Dari kayu manis bisa jadi buku yang super manis, smoga buku nya menjadi inspirasi bagi smua pembaca ya
Perpaduan buku dan kue ..wah suka banget. Beli buku gratis kue..baca nya sambil menyelami kisahnya yang bikin hati meleleh
Menarik banget nih isi bukunya, ada pesan yang tersimpan dan harus kita ambil sisi positifnya, jadi pengen baca sampai tuntas
Menarik banget nih isi bukunya, ada pesan yang tersimpan dan harus kita ambil sisi positifnya, jadi pengen baca sampai tuntas
Larut dalam postingan blog ini berasal membaca buku tersebut :’) aku yang baru bca reviewnya aja dapat beberapa pelajaran dan hikmah apalagi kalo baca bukunya hehe