Peran Lain Orang Tua, Menjadi Sahabat Bagi Anak

Hari gini orang tua itu harus bisa menjadi segalanya bagi anak. Tidak hanya sebagai orang tua yang merawat, mendidik, membesarkan dan memberi kasih sayang pada anak. Namun juga harus bisa berperan menjadi sahabat bagi anak. …

Hari gini orang tua itu harus bisa menjadi segalanya bagi anak. Tidak hanya sebagai orang tua yang merawat, mendidik, membesarkan dan memberi kasih sayang pada anak. Namun juga harus bisa berperan menjadi sahabat bagi anak. Tempat dimana anak bisa berbagi rasa dan cerita yang mungkin saja tidak bisa diungkapkannya kepada teman biasa yang mereka punya. 
orang tua sahabat anak
Menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi anak memang tidak mudah, butuh niat dan kesungguhan hati untuk kita mau sedikit menurunkan gengsi di hadapan anak. Meskipun begitu jika kita telah ingin berusaha tentu akan bisa terlewati juga. 

Manfaat Peran Orang Tua Sebagai Sahabat Bagi Anak   

Memiliki sahabat tentu sangat menyenangkan. Tapi bagaimana jika yang menjadi sahabat kita adalah anak sendiri? Yeaay, harusnya sih lebih menyenangkan ya. Secara anak adalah bagian dari diri kita dan kitalah orang yang paling tahu tentang perkembangan sang anak bahkan sejak sebelum mereka lahir ke dunia. 
Lalu, bagaimana dari segi anak? Harusnya sih bisa membuat anak menjadi lebih bahagia juga dong karena yang menjadi sahabatnya adalah orang tua sendiri yang sudah pasti akan selalu menjaga dan melindunginya. Adapun manfaat menjadi sahabat anak yaitu:

Mengetahui Perkembangan Anak

Menjadi sahabat bagi anak penting agar kita tidak hanya mengetahui perkembangan fisik anak semata melainkan juga psikologisnya. Jadi, kita tidak hanya fokus ke tumbuh kembang secara fisik saja tapi juga bisa menjaga kesehatan mental mereka. Kita juga bisa tahu tentang karakter dan potensi yang dimiliki oleh anak yang bisa kita dukung demi masa depan mereka. 

Komunikasi Menjadi Lancar

Orang tua bisa belajar banyak hal baru sesuai dengan perkembangan zaman, agar komunikasi dengan anak bisa berjalan lancar. Jangan malu untuk bisa masuk dalam dunia anak, agar kita bisa lebih mengerti tentang anak dan juga pergaulannya. Sehingga kita tidak akan merasa canggung jika anak bercerita tentang hal-hal yang sedang trend di kalangan mereka. Contohnya istilah-istilah atau bahasa yang sedang trend di kalangan mereka, berbagai game maupun film yang sedang ramai jadi pembicaraan mereka. 

Mendapatkan Kepercayaan dari Anak

Tidak sedikit anak yang tidak percaya pada orang tuanya, karena orang tua juga tidak terbuka kepada anaknya. Dengan menjadi sahabat yang baik bagi anak, maka anak pun juga akan memberikan kepercayaan pada orang tua. Anak akan terbuka untuk bercerita hal apa saja kepada sahabat yang sekaligus orang tuanya, sebagai tempat curhat terbaik yang bisa menjaga rahasianya dan memberikan solusi atas permasalahan yang anak hadapi. Misalnya ketika anak bercerita tentang perundungan atau bullying yang terjadi di sekitar mereka. Sebagai orang tua sekaligus sahabat kita bisa memberikan penjelasan dan pemahaman serta apa yang seharusnya mereka lakukan. 

Memberikan Arahan yang Dibutuhkan Anak

Saat orang tua menjalankan peran sebagai sahabat bagi anak, berarti kita memposisikan diri layaknya sebagai teman. Namun tetap dapat memposisikan diri sebagai seseorang yang mampu memberikan arahan dan bimbingan kepada anak dan tidak bersifat otoriter layaknya orang tua kepada anak. Sebagai contoh memberi informasi kepada anak tentang bagian pribadi anak yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, dan ajarkan pada anak untuk jangan takut bilang tidak kepada orang yang berniat jahat pada mereka. 
Meskipun demikian, hubungan orang tua dan anak sebagai sahabat tetap harus ada batasan dan disinilah kita dapat memainkan peran kita dengan baik secara bergantian, sebagai orang tua maupun sebagai sahabat bagi anak. Dengan demikian, berarti kita punya dua posisi yang istimewa dong ya di mata anak.  

Cara Menjadi Sahabat Bagi Anak 

cara menjadi sahabat anak
Dengan menjadi sahabat bagi anak, berarti kita akan selalu jadi dekat pada anak. Tentu kita akan merasa senang jika anak bisa bercerita banyak hal kepada kita sebagai orang tuanya sekaligus sahabatnya. Bonding antara orang tua dan anak pun. bisa lebih erat. Jadi kita tidak perlu khawatir dan merasa cemburu jika anak lebih terbuka pada orang lain. Kalau bisa jadi sahabat, tempat berbagi cerita apapun bagi anak, kenapa tidak kan? Nah, untuk itu ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar bisa menjadi sahabat bagi anak antara lain:
  • Bermain bersama anak; Sejatinya dunia anak adalah bermain. Sewaktu kecil, kita pun juga senang bermain, bukan? Nah, langkah awal menjadi sahabat anak yaitu dengan meluangkan waktu untuk bisa bermain apa saja bersama mereka. Bisa dengan mengenalkan permainan tradisional yang sekarang mulai jarang dimainkan oleh anak-anak, bermain peran, bermain kartu, dan tentu saja bermain permainan yang disukai anak zaman now baik itu melalui gawai atau komputer. 
  • Mendengarkan cerita anak; Sebagai sahabat anak kita harus bisa meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak. Cerita tentang kegiatannya di sekolah, di tempat les, tentang teman-temannya, ataupun cerita tentang hobi dan impiannya di masa depan. Jangan lupa untuk memberikan tanggapan tentang apa yang mereka ceritakan. Sebab jika orang tua tidak bisa menjadi pendengar yang baik bagi anak, maka jangan heran jika anak akan bersikap diam dan tertutup kepada orang tuanya. Lalu malah lebih senang bercerita kepada orang lain yang lebih bisa memberikan telinga untuk mereka. Tidak lupa kita pun juga bisa bercerita kepada anak tentang keseharian kita layaknya bercerita kepada sahabat agar anak pun merasa bahwa mereka adalah sahabat bagi orang tuanya. 
  • Memahami sifat dan karakter anak; Setiap manusia diciptakan berbeda, pun begitu dengan anak yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Ada anak yang periang, pendiam, tidak bisa tenang dan punya rasa ingin tahu yang besar, moody, dan lain sebagainya. Olehnya itu sebagai sahabat, kita harus tahu suasana hati anak. Kita tidak boleh memaksakan diri agar anak bisa bersikap manis setiap saat, sebab bagaimana pun juga ada masa dimana anak ingin menjadi dirinya sendiri. Jika kita terus memaksa anak agar mengikuti keinginan orang tua maka anak akan menjadi pemberontak dan akibatnya malah jadi sulit untuk dikendalikan. Ingat, posisi kita sebagai sahabat adalah menjadi orang yang bisa mengerti sang anak. 
  • Mengenal dan melibatkan diri pada lingkungan anak; Sebagai sahabat kita juga harus mengenal siapa saja teman maupun sahabat lain dari anak kita. Dengan mengenal lingkungannya kita pun juga bisa tahu informasi mengenai kebiasaan ataupun aktivitas anak kita di luar rumah. Namun ingat, bersikaplah natural agar anak tidak merasa kita memata-matai atau membatasi ruang gerak mereka. Sebagai sahabat kita bisa memiliki banyak kesempatan menciptakan quality time bersama anak sekaligus sebagai orang tuanya. 
  • Mendengarkan pendapat anak; Sebagai sahabat kita memberikan kesempatan untuk anak mengungkapkan pendapat mereka. Misalnya saat ingin merencanakan liburan atau kegiatan di akhir pekan.  Sebagai sahabat, sesekali kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuat rencana untuk dilakukan bersama dan menghargai apa keinginan mereka. Dengan demikian anak akan merasa dihargai dan didengarkan pendapatnya. 
  • Libatkan anak dalam kegiatan harian di rumah; Sahabat itu ada untuk sahabat lainnya. Maka sebagai sahabat bagi anak, kita pun harus memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat dalam kegiatan kita sehari-hari di rumah. Contohnya memasak menu kesukaan anak dengan bersama-sama, melakukan pekerjaan rumah secara bersama seperti mencuci piring, merapikan rumah, membersihkan halaman, dan lainnya. 
  • Menegur ketika anak salah; Tugas orang tua adalah mengajarkan kebaikan kepada anak dan meluruskan jika anak melakukan kesalahan. Nah, sebagai sahabat menjadi tanggung jawab kita juga untuk mengingatkan sahabat kita ketika mereka melakukan kesalahan. Namun saat memposisikan diri sebagai sahabat anak, kita sebagai orang tua hendaknya menasihati anak dengan memberi tahu kesalahan mereka dan menjelaskan mengapa hal tersebut salah serta hal apa yang seharusnnya mereka lakukan. 
  • Hargai privasi anak; Setiap orang memiliki batasan pribadi masing-masing, termasuk juga anak kita. Terlebih lagi jika mereka beranjak remaja, maka mereka membutuhkan ruang privasi bagi dirinya sendiri. Meskipun sebagai sahabat kita juga harus menghargai mereka dan memberikan mereka kebebasannya dalam bersikap. Sebagai sahabat kita perlu untuk tahu tentang anak kita dan memantau perkembangannya namun tidak ikut campur lebih dalam. Terlebih lagi jika anak mulai mengenal dunia maya dan menggunakan media sosial, orang tua tidak perlu ikut komen dan posesif segala ya. Jika memang ingin menegur atau menyampaikan sesuatu kepada anak, jangan utarakan langsung melalui kolom komentar di media sosial anak ya. 

Penutup

Memiliki anak adalah sebuah kebahagian bagi orang tua sekaligus menjadi tanggung jawab yang tidak mudah untuk diemban seumur hidup. Tugas orang tua tidak hanya sekadar memperhatikan perkembangan fisik anak namun juga kesehatan mental atau psikologis anak. Menjadi orang tua memang tidaklah mudah, untuk itu diperlukan usaha dan juga peran lain orang tua agar selalu bisa menjadi dekat dengan anaknya, salah satunya dengan menjadi sahabat bagi anak. 
Dengan berperan sebagai sahabat anak, harapannya anak bisa menjadi lebih terbuka pada orang tua dan menjadikan orang tua sebagai tempat untuk berbagi segala hal yang dibutuhkan anak. Anak tidak menjadi takut pada orang tua untuk menyampaikan pendapat dan keinginannya. Sebaliknya orang tua pun juga harus terus mendekatkan diri pada anak namun tidak bersifat otoriter dan memaksa anak untuk selalu mengikuti segala keinginannya. 
Dengan demikian hubungan antara orang tua dan anak bisa berjalan dengan baik serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti toxic parenting. Sebagai orang tua kita pun juga harus selalu banyak belajar dari berbagai sumber termasuk membaca buku, jurnal, artikel parenting, pengalaman pribadi terkait parenting, dan lain sebagainya yang dapat menambah wawasan kita sebagai orang tua. 
Nah, sudahkah kita menjadi sahabat bagi anak? Kalau Temans sendiri gimana nih caranya agar anak bisa terbuka pada kita? Share di kolom komentar juga yuk 🙂
Cheers, 
Diah

10 thoughts on “Peran Lain Orang Tua, Menjadi Sahabat Bagi Anak”

  1. Setuju banget mbak kalau orang tua harus menjadi sahabat untuk anak. Saya pun sedang berusaha agar mereka menjadi dekat dengan kedua orang tuanya. Ngobrol sambil makan bersama, atau bikin karya hasil kerjasama kami. Beneran deh manfaatnya banyak banget jika orang tua bisa menjadi sahabat untuk anak.

    Reply
  2. Bagian menghargai privasi ini kayaknya perlu saya latih lagi. Soalnya kadang penasaran untuk tau lebih jauh apa yang ditulis di buku diary anak-anak. Taoi tidak boleh dikhianati kalau mau mereka percaya.

    Reply
  3. Ini investasi banget sih ya..
    Menjadi sahabat untuk anak itu gak hanya investasi waktu, investasi komunikasi dan investasi masa depan anak.
    Semoga dengan menjadi sahabat anak, anak akan merasa tumbuh dengan penuh limpahan kasih sayang sehingga gak mencari kasih sayang dari "pihak" luar yang kini semakin menyeramkan.

    Reply
  4. Memperhatikan kesehatan mental anak ini yang kadang masih sering luput dilakukan orang tua yaa. Duh, saya kadang-kadang masih suka marah-marah sama anak nih, setelah itu baru menyesal dan ketakutan sendiri karena takut anak trauma karena dimarahi

    Reply
  5. Interaksi kepada anak memang jenis pengetahuan yang membuat kita terus menerus belajar ya.
    Semoga kita selalu dimampukan menjadi orang tua/sahabat juga teman terbaik anak-anak. Aamiin

    Reply
  6. Makasih tips nyaaaaaa… sungguh jadi PR buat saya untuk jadi sahabat anak karena anaknya agak tertutup.. kalo ada masalah suka disimpan sendiri.. berusaha cari tau tapi malah bikin saya dan anak jadi bete.. trs untuk sosmed.. PR jg tuh karena anak suka kebablasan..

    Reply
  7. orang tuaku menjadi sahabatku baru-baru pas aku sudah umur 20an, kira-kira masuk kuliah. Sudah mulai enak diajak diskusi. Andai waktu bisa diputar, maunya sih bisa diajak diskusi dari remaja. Tapi ya sudah, waktu tidak bisa diulang. Paling giliranku nanti ketika jadi orang tua ya

    Reply
  8. Ortu mesti jdi multiperan agar anak2nya gak merasa kesepian saat menuju dewasa ya Mba.. Nah, salah satunya menjadi sahabat bagi mereka karena memang mereka butuh itu..

    Reply
  9. Setuju sekali dengan tips menjadi sahabat anak yang di share di atas walaupun pada prakteknya gampang-gampang susah dan penuh tantangan. Dan setiap anak punya karakternya masing-masing

    Reply

Leave a Comment