Anak laki-laki jangan ke dapur, itu urusan anak perempuan!
Pasti sering kan ya dengar larangan seperti itu? Atau…
Anak laki-laki tidak perlu belajar masak, toh nanti ada istrinya yang urus.
Hiyaaaa, dipikirnya masak itu hanya pekerjaan untuk perempuan aja kali ya? Laki-laki gak perlu tahu masak gitu? Gak perlu tahu urusan dapur! Padahal sih ya, memasak itu adalah salah satu keterampilan bertahan hidup yang harus dimiliki semua orang, yaaa termasuk laki-laki. Jadi, salahkah kalau anak laki-laki belajar masak?
Table of Contents
Tentang Anak Laki-laki Belajar Masak
Mungkin orang tua dulu gak sadar kali ya kalau kenyataannya justru laki-lakilah yang mendominasi dunia kuliner. Salah satunya dengan menjadi chef atau juru masak di hotel-hotel berbintang maupun restoran terkenal.
Tidak hanya itu, saat ini influencer laki-laki yang mengambil niche food, kuliner, traveling itu jumlahnya lumayan lho. Di tempat Mamak saja, kalau diperhatikan lebih banyak laki-laki yang suka jajan dan review makanan.
Sebagai Mamak yang memiliki 3 orang anak laki-laki, saya tidak pernah melarang mereka jika nantinya ingin belajar masak atau belajar tentang kuliner. Malah harapan Mamak mereka bisa mandiri dan bisa masak juga nantinya. Secara Mamaknya ini gak selamanya bakalan ada bersama mereka, yekaaan?
Mana tahu, nanti rezeki mereka untuk sekolah atau bekerja di luar, pasti akan butuh juga yang namanya masak. Emang sih, bisa ambil cara praktis dengan membeli makanan siap santap. Eh tapi pasti ada masanya mereka akan merasa bosan dan ingin makan makanan rumahan atau mengolah makanan kesukaan mereka sendiri. Jadi, ngapain harus dilarang kan kalau mereka mau belajar masak?
Kalau untuk sekarang sih biarlah Mamaknya dulu yang jadi koki andalan mereka. Secara kan pegang peralatan dapur masih cukup berbahaya bagi mereka. Namun, kalau mau belajar masak ataupun tahu tentang kuliner dengan senang hati dong Mamak mengarahkan mereka.
Manfaat Belajar Masak untuk Anak
Memasak merupakan bagian dari kuliner yang merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki seseorang agar bisa bertahan hidup. Iyah, meski tidak harus masak tiap hari juga sih ya karena sekarang zaman sudah semakin canggih. Mau cari makan enak yang sesuai selera juga gampang, yang penting ada uang untuk membelinya.
Oleh karena itu, belajar memasak untuk anak jelas bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depannya. Kita bisa mulai mengajarkan anak memasak dengan membuat makanan atau camilan kesukaan mereka. Beberapa manfaat belajar masak untuk anak antara lain;
1. Meningkatkan Keterampilan dan Kreativitas
Memasak merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan anak dalam bertahan hidup, belajar membaca dan berhitung. Misalnya, ketika akan membuat sebuah camilan, anak akan membaca resep terlebih dahulu sebelum memulai. Dengan membaca resep, anak jadi punya pengetahuan maupun kosakata baru, mengenal bahan-bahan yang akan diolah menjadi sebuah kue ataupun minuman.
Selain itu, dengan membaca resep mereka juga jadi bisa belajar berhitung karena dalam sebuah resep terdapat ukuran-ukuran yang harus ditakar terlebih dahulu. Seperti seberapa banyak tepung yang harus digunakan pada resep donat, berapa jumlah telur, gula dan bahan lainnya.
Tidak hanya itu, melalui kegiatan memasak, anak akan menjadi lebih kreatif saat mengolah sebuah masakan. Mereka dapat bereksperimen membentuk donat kesukaan mereka, memberi variasi toping dengan rasa yang berbeda, dan lain sebagainya.
2. Melatih Kemampuan Motorik dan Merangsang Panca Indera
Melalui kegiatan memasak, motorik dan panca indera bekerja secara bersama agar dapat menghasilkan rasa makanan yang enak dan menarik. Misalnya, saat anak menakar bahan makanan, anak jadi tahu dan bisa meraba tekstur tepung yang halus, begitupula saat makanan sedang dimasak akan ada aroma yang bisa dicium.
Anak dapat mendengarkan bunyi dari alat masak yang digunakan dalam memasak, mengecap rasa makanan ketika masakan yang dibuatnya matang, merasakan tekstur dari bahan-bahan, dan pastinya semua proses memasak dapat mereka lihat dari awal hingga akhir.
3. Melatih Kemandirian dan Percaya Diri
Dengan memasak, anak bisa belajar mandiri dan bertanggung jawab mengolah dan menyelesaikan sebuah masakan menjadi hidangan yang enak dan lezat. Melalui kegiatan memasak pula dapat melatih anak untuk percaya diri. Karena di dapur anak bisa berekspresi, belajar mengenal bumbu dan berbagai macam rasa.
Anak akan merasa bangga dan percaya diri ketika berhasil menyelesaikan sebuah masakan yang bisa mereka hidangkan di meja makan. Tentunya sebagai orang tua, kita pun harus mengapresiasi hasil kerja mereka, agar ke depan mereka akan lebih semangat lagi dalam memasak.
4. Mengajarkan Pola Makan yang Lebih Sehat
Membiasakan memasak sendiri makanan yang akan kita makan dapat mengajarkan anak pola makan yang lebih sehat. Misalnya, Temans Mamak dapat mengenalkan anak pada berbagai macam sayuran, mengapa kita harus makan sayuran? Apa manfaat sayur untuk tubuh? Begitu juga dengan bahan makanan lainnya seperti ikan, tempe, daging, ayam, dan lainnya. Jadi, anak akan terbiasa untuk makan makanan yang sehat dan dengan memasak juga pastinya akan lebih hemat.
5. Meningkatkan Bonding Orang Tua dan Anak
Kegiatan memasak dapat menjadi salah satu pilihan quality time terbaik yang menyenangkan dan bermanfaat yang dapat dilakukan orang tua dan anak. Temans Mamak dapat bercerita pada anak yang berkaitan dengan kegiatan masak atau mengajak anak bercerita tentang kesukaan mereka, perasaan yang mereka rasakan, dan banyak hal lainnya.
Semakin sering kita mengajak anak untuk memasak bersama makan komunikasi akan menjadi lancar dan bonding bersama anak akan terus meningkat. Maka kegiatan memasak bersama akan menjadi hal yang paling anak rindukan di masa yang akan datang.
Belajar Masak Bersama Anak di Culinary Schools
Namanya memasak pastinya butuh praktik langsung dong ya. Namun, tidak ada salahnya juga kok mengajarkan anak memasak dengan cara yang berbeda. Salah satunya melalui permainan atau game online, lho.
Hah? Belajar memasak melalui game? Emang bisa?
Yup, bisa dong! Malah ini akan jadi menyenangkan karena pasti anak suka dengan game.
Jadi, sebelum mengajarkan anak masak langsung di dapur, Temans Mamak bisa mengenalkan mereka tentang dasar-dasar memasak terlebih dulu. Seperti mengenalkan nama-nama sayur dan buah, bahan-bahan masakan, dan tak kalan penting juga mengenalkan peralatan masak. Hmm, kedengarannya seru ya?
Oh ya, Mamak sekarang lagi senang nih mengajarkan anak-anak berbagai macam hal salah satunya ya belajar masak dong. Apalagi Si Kakak yang udah masuk usia 9 tahun kan sudah harusnya bisa lah ya untuk sekadar buat menu simpel kesukaannya seperti telur ceplok, misalnya. Mamak sudah mencoba nih website khusus yang bisa mengajarkan anak-anak tentang dunia kuliner, namanya Culinary Schools.
Culinary Schools menyediakan lebih dari 100 jenis game online yang berhubungan dengan dunia kuliner. Ahaa, cocok banget deh ini untuk dijadikan salah satu media dalam mengajarkan anak tentang kuliner yang di dalamnya juga ada masak-masaknya dong ya.
Nah, berikut beberapa rekomendasi game menarik di Culinary Schools yang bisa kita mainkan bersama anak sambil mengajarkan mereka masak lho.
Go To Market

Belanja menjadi kegiatan awal kita sebelum memasak. Bagaimana caranya coba bisa masak kalau tidak ada bahan yang akan dimasak, yekaaan? Nah, melalui game Culinary Schools kita bisa mengenalkan dan mengajarkan anak tentang bahan makanan, baik itu buah, sayur, telur, ikan, bumbu dan bahan lainnya untuk masak.
Nah, game Go To Market ini caranya mudah yaitu mencocokkan bayangan dengan bahan yang ada dalam troli. Ketika bahannya sudah cocok dengan bayangan maka nama bahan tersebut akan muncul di bawahnya.
Kitchen Word

Selain mengenal bahan-bahan apa saja yang dapat dioleh menjadi masakan, anak-anak juga harus tahu dong alat-alat apa saja yang ada di dapur yang digunakan untuk memasak, seperti panci, wajan, mangkuk, dan lain sebagainya.
Melalui game Kitchen Word ini Temans Mamak dapat mengenalkan anak tentang hal tersebut. Cara bermain gamenya pun sangat mudah yaitu mencocokkan gambar dengan pasangan kata benda yang paling tepat. Klik bintang yang berada di dekat gambar kemudian klik kotak kata yang paling sesuai dengan gambar.
Juice Crusher

Hmm, kalau Temans Mamak sudah mengenalkan tentang bahan masakan juga alat yang kita biasa kita gunakan di dapur pasti anak udah jadi makin penasaran dong ya ingin praktik langsung. Temans Mamak bisa memulainya dengan mengajarkan anak hal-hal yang mudah terlebih dahulu seperti buat jus atau minuman kesukaan mereka, misalnya. Pas banget nih di Culinary Schools ada game Juice Crusher yang bisa kita mainkan sambil belajar bagaimana sih cara buat jus itu?
Game ini dimulai dengan membaca resep terlebih dahulu, dilanjutkan dengan masukkan buah sesuai dengan resep ke dalam mesin juicer, saat buah yang tidak ada dalam resep muncul kita harus menyingkirkan ke sisi lain agar buah tadi tidak masuk ke dalam juicer, karena jika ada buah yang salah masuk akan mengurangi poin kita lho. Game ini sekaligus melatih fokus dan ketelitian ya. Ketika semua buah sudah masuk sesuai dengan resep, maka jus pun selesai.
Sweety Cooking Chocolate Cake

Game lain yang ada di Culinary Schools dan bisa digunakan untuk belajar masak sekaligus bisa dipraktikkan langsung yaitu Sweety Cooking Chocolate Cake yang pasti akan disuka oleh anak-anak nih. Permainan ini hampir mirip dengan Juice Crusher yaitu membiasakan anak bekerja di dapur dan membuat masakan dengan mengikuti instruksi resep yang tersedia. Game ini melatih anak untuk bisa bekerja secara terstruktur dan rapi.
Anak Laki-laki Belajar Masak? Jelas YAY dooong
Jadi, kalau ditanya anak laki-laki belajar masak? Maka Mamak sendiri akan menjawab, tentu YAY doong. Secara ya memasak itu memang salah satu skill yang dibutuhkan dalam hidup ini. Memasak bukan hanya pekerjaan kaum perempuan atau wanita saja tapi semua juga harusnya bisa masak tanpa mengenal gender sekalipun.
Belajar masak bagi anak juga punya banyak manfaat yang bisa mereka rasakan. Maka tidak ada salahnya dong ketika anak laki-laki tertarik untuk belajar memasak sejak kecil. Apalagi belajar memasak bisa dilakukan dengan banyak cara menarik. Bahkan bisa mulai belajar masak dari bermain game online yang pasti akan disenangi oleh anak-anak salah satunya melalui game Culinary Schools.
Penutup
Belajar memasak bagi anak laki-laki bukanlah hal yang harus diperdebatkan, karena memasak merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk bertahan hidup. Sebaliknya, jika anak laki-laki ingin belajar memasak sejak kecil itu perlu kita dukung agar mereka terbiasa dan tidak meremehkan pekerjaan memasak sebagai tugas dan kewajiban perempuan saja.
Temans Mamak bisa mencoba mengajarkan memasak dengan praktik secara langsung di dapur ataupun ingin mencoba hal baru yang menyenangkan yaitu belajar memasak sambil bermain game online berbasis web di https://www.culinaryschools.org yang menyediakan lebih dari 100 game menarik seputar kuliner. Culinary Schools tidak hanya menyediakan game online saja tapi juga pengetahuan seputar kuliner lho.
Nah, kalau Temans Mamak sendiri yay apa nay nih kalau anak laki-lakinya belajar masak? Boleh banget lho sharing di kolom komentar 🙂
Salam,
Diah
Ya tentu jelas 100% setuju banget sihh akuu makk! Yay banget kalau anak laki-laki belajar masak. Why not? Nyatanya yang menyebut masak dan dapur cuma untuk perempuan hanyalah kaum patriaki. Betul bukan? Jaman kini masak dan makan adalah hal penting untuk bertahan hidup.
Setuju banget masak adalah keterampilan utama yang harus dimiliki ya mak. Kalau gak masak, masa mau jajan terus? Ya gak masalah, tapi seenggaknya laki-laki juga harus punya ilmu masak karena sama pentingnya dengan ilmu menghitung, menghitung uang misalnya hehe.
Aku baru first time mampir ke blog ruang mamak ini lho, salam kenal ya mak dari mbak nanaaaa
Kalau menurutku, Di era modern seperti sekarang, di mana peran gender semakin cair dan kesetaraan menjadi fokus utama, belajar memasak bukan lagi merupakan keterampilan yang eksklusif untuk anak perempuan. Anak laki-laki pun wajib mempelajari seni kuliner apalagi kalau kudu hidup terpisah karena nanti kuliah atau kerja, ini salah satu cara bertahan hidup hehehe
Aku sebagai anak laki-laki merasa bersyukur banget ketika kecil pernah diajari memasak. Hasilnya, kini kalau kadang lapar tengah malam bisa masak sendiri. Skill memasak juga sangat terasa membantu ketika berada jauh di perantauan. Ekonomi jadi lebih irit, selera bisa disesuaikan sesuai dengan kondisi duit. ~hehe
Wow, iya dong setuju banget kalau anak laki-laki masak. Anak bungsuku aja senang membantu aku bebikinan di dapur. Nah, asyik nih ada Culinary School! Permainan game online edukatif menginspirasi anak-anak masak macam2. Bikin cokelat, jus dll tentu menyenangkan ya.
Pekerjaan rumah tangga, termasuk memasak, menurut saya gak berhubungan dengan gender. Laki-laki atau perempuan bisa melakukannya. Makanya, saya pun tetap melibatkan anak laki-laki saya memasak di rumah. Lagian chef aja banyak laki-laki dan masakannya enak-enak, ya.
Menurut saya, anak laki-laki juga perlu belajar masak. Hal ini akan bermanfaat untuk mereka di masa depan.
Saya yg berpihak pada setuju kalau anak lelaki juga belajar masak secara masak itu life skill dasar yg wajib dimiliki semua individu
Soal profesi kelak, itu tergantung di anaknya saja ya
Aku juga mengajari anak lakiku pelan pelan untuk terlibat di dapur. Huhuhu, kadang adat istiadat ini yang menyulitkan. Anak laki ke dapur malah baik kok
Anak laki-laki belajar masak? Malah kereeen bangeeet. Kalau memang ahli malah bisa jadi chef profesional kan ya. Minimal bakalan jadi suami dan ayah favorit di krluarganya hahhaha
Wah keren nih tips nya belajar masa dengan memanfaatkan platform digital. Walaupun gak secara langsung, tapi setidaknya bisa menumbuhkan minat memasak untuk anak-anak
Anak laki-laki belajar masak? Kenapa enggak?
Saya bersyukur ada di keluarga yang tidak melarang anak lelakinya memasak. Bapak, suami dan anak lelaki saya pandai memasak semua, kok! Hehehe
Memasak adalah skill dasar, untuk bisa bertahan hidup. Adapun anggapan memasak adalah tugas wanita, adalah pemikiran feodal dan patrialis kolot. Dan untuk mengajak anak laki-laki belajar sekarang itu tidak mudah memang. Treatment mereka dengan menggunakan game dari Culinery School bisa jadi solusi terbaik
Belajar memasak bagi anak laki-laki bukanlah hal yang harus diperdebatkan. Saya sependapat karena dalam dunia profesional banyak koki dari kalangan laki-laki dan juga laki-laki yang bisa masak bukan berarti menjadi lelaki rumahan ketika rumah tangga nanti justru itu lelaki idaman
Kalo aku juga Yay karena masakan laki2 banyak yg lebih enak lho daripada masakan perempuan hehe.. masak juga butuh tenaga besar apalagi untuk kapasitas besar seperti hotel atau restoran terkenal jadi laki2 memang boleh bgt masak