Cara Mengajarkan Anak Melindungi Diri dari Penculikan

Sejak akhir tahun 2022 lalu, kasus penculikan anak kembali ramai dibicarakan dan menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi seluruh orang tua. Bahkan di daerah pun kasus penculikan anak ini menjadi hal yang paling sering dibicarakan. …

Sejak akhir tahun 2022 lalu, kasus penculikan anak kembali ramai dibicarakan dan menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi seluruh orang tua. Bahkan di daerah pun kasus penculikan anak ini menjadi hal yang paling sering dibicarakan.
cara mengajarkan anak melindungi diri
Sebagai orang tua tentu ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua, terlebih lagi jika sekolah anak berada di jalan besar yang sangat mudah diakses, sebutlah saja di tengah kota. Sudah jelas dong ya, sebagai orang tua kita ingin bisa terus melindungi anak. Namun sayangnya kemampuan kita untuk bisa melindungi anak 24 jam penuh tidak bisa kita laksanakan karena keterbatasan kemampuan dan harus menunaikan tugas lainnya.

 

Beberapa Kasus Percobaan Penculikan di Sekolah

Berita kasus penculikan tidak hanya beredar melalui media massa, kejadian di sekitar pun juga nyata adanya. Masih teringat jelas ketika November lalu kami dikejutkan oleh pesan yang diteruskan di masing-masing grup kelas di sekolah bahwa pagi tadi telah terjadi percobaan kasus penculikan di sekolah Si Kakak. Shock banget dong pastinya saat baca pesan tersebut. Menurut kronologis yang diceritakan kejadian itu terjadi saat acara Maulid Nabi yang dilaksanakan di sekolah tengah berlangsung. Alhamdulillah anak tersebut berhasil selamat dan melarikan diri dari orang yang hendak menculiknya.
Berita seperti itu tidak cuma sekali terjadi, bahkan beberapa saat setelah kasus pertama itu muncul, terjadi lagi kasus lainnya yang mana berlokasi di tempat lain. Menurut berita yang beredar bahwa ada anak perempuan yang hendak diculik ketika ingin pergi ke sekolah. Alhamdulillah, anak tersebut bisa kabur dari si penculik dan berhasil mencari perlindungan di sebuah toko dan di sanalah sang anak menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya oleh sang pemilik toko.
Semakin meresahkan lagi bahwa kejadian percobaan kasus penculikan itu masih terus terjadi, bahkan beberapa minggu yang lalu kami mendapat kabar ada oknom yang kembali masuk ke sekolah dan mencoba untuk melakukan aksinya dengan menyamar sebagai penjemput salah satu murid di satu kelas. Syukurnya kejadian tersebut tidak berhasil karena orang tersebut menyebutkan nama anak yang tidak ada di kelas tersebut. Jelas dong ini salah namun sayangnya tidak bisa diproses karena tidak cukup bukti yang kuat untuk ditindaklanjuti.

Langkah yang Diambil Sekolah Untuk Mencegah Penculikan Anak di Sekolah

Kok bisa sih percobaan penculikan bisa terjadi berulang di sekolah? Alasannya adalah karena masih kurangnya pengamanan yang ada di sekolah. Yup, lokasi sekolah yang berada di dekat jalan utama memang menjadi sebuah alasan lainnya. Ditambah lagi beberapa bulan yang lalu sekolah kami memang sedang direnovasi, tepatnya pembuatan pagar baru. Ini memang jadi salah satu celah orang bisa keluar masuk dengan mudah ke halaman sekolah meski ada petugas yang piket di depan pagar. Namun terkadang jika jam pulang tiba, para orang tua berbondong-bondong masuk untuk menjemput anak mereka.
batas pengantar penjemput
Kasus penculikan ini jadi perhatian khusus bagi kami semua, tidak hanya orang tua murid tapi juga kerja sama dengan pihak sekolah. Kami pun menyetujui untuk dilakukan pengamanan berlapis dengan cara memasang CCTV di sekolah dan juga penambahan petugas keamanan sekolah serta aturan penjemputan yang lebih ketat. Terlebih pengerjaan pagar sekolah juga sudah selesai dikerjakan. Jadi, sebisa mungkin tidak ada celah lagi untuk oknum jahat untuk menyusup masuk ke dalam sekolah.

Cara Mengajarkan Anak Melindungi Diri dari Kejahatan Penculikan

Orang tua dan pihak sekolah memang sudah bekerja sama untuk menjaga keamanan sekolah dengan ketat. Namun masih ada PR lagi nih buat orang tua yaitu dengan mengajarkan bagaimana cara melindungi diri dari kejahatan penjulikan anak yang bisa terjadi kapan dan di mana saja. Iyah, karena sejatinya penculikan anak ini tidak hanya terjadi di wilayah sekolah saja namun di lingkungan tempat tinggal pun bisa saja terjadi, Naudzubillahi min Dzalik. Semoga Allah selalu melindungi anak-anak kita setiap saat, Aamiin.

1. Ajarkan Anak Untuk Selalu Waspada pada Orang Asing

Selalu ajarkan anak untuk waspada pada orang yang tidak dikenal atau sebutlah dengan orang asing yang baru dijumpai oleh anak. Terlebih jika orang tersebut menawarkan untuk memberi sesuatu kepada anak sebagai hadiah. Ajarkan anak untuk menolaknya secara halus dengan mengucapakan terima kasih dan selalu memberikan alasan untuk menanyakan kepada orang tua terlebih dahulu jika anak diajak untuk mengikuti kemauan si orang asing.

2. Ajarkan Anak Berteriak dan Melawan Saat Anak Dipaksa

Ajari anak untuk berteriak dan jangan takut bilang tidak saat seseorang memaksa anak untuk ikut dengannya. Dengan berteriak, maka orang di sekitar tahu bahwa anak dalam bahaya. Anak dapat juga diajari untuk melawan dengan cara menggigit bagian tubuh orang yang hendak membawanya pergi, seperti menggigit tangan jika anak berusaha untuk dibungkam mulutnya.

3. Ajarkan Anak Untuk Tidak Berjalan di Tempat yang Sepi

Jika anak terpaksa pulang sekolah sendiri karena jarak rumah yang tidak jauh dari sekolah, maka ajarkan pada anak untuk memilih jalan yang tidak sepi melainkan jalan normal yang biasa dilalui oleh orang banyak dan ramai. Beri pengertian kepada anak untuk tidak memilih jalan pintas karena cenderung lebih berbahaya.

4. Bekali Anak dengan Belajar Keterampilan Bela Diri

bekali anak dengan bela diri
Anak juga dapat dibekali dengan belajar keterampilan bela diri seperti silat, karate, taekwondo maupun bela diri lainnya sebagai upaya anak untuk melindungi diri ketika terjadi hal yang membahayakan anak. Mengikuti bela diri juga dapat melatih fisik dan menjadikan anak lebih sehat.

Penutup

Sebagai orang tua kita tidak hanya bertugas untuk mengasuh dan mendidik anak semata namun juga kita wajib untuk melindungi keselamatannya. Sayangnya waktu dan kemampuan kita yang sangat terbatas sering menjadi halangan untuk memberi perlindungan kepada anak sepanjang waktu apalagi jika anak sudah memasuki usia sekolah.
Membekali anak untuk tahu bagaimana cara melindungi diri dari kejahatan penculikan anak sangat penting kita lakukan sebagai bekal anak ketika berada di lingkungan sekolah atau sedang tidak berada dalam pengawasan orang tua. Semua anak wajib kita lindungi termasuk ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) maupun anak yang sudah beranjak remaja yang telah mengenal bacaan novel remaja pun masih tetap butuh perlindungan dan rasa aman dari kedua orang tuanya.
Hmm, kalau Temans sendiri gimana nih cara mengajarkan anak untuk melindungi diri dari penculikan? Dan semoga anak-anak kita selalu dilindungi dan dijauhkan dari bahaya penculikan anak yang selalu meresahkan orang tua ya, Aamiin.
Semoga bermanfaat.

Diah

17 thoughts on “Cara Mengajarkan Anak Melindungi Diri dari Penculikan”

  1. Iya akhir-akhir ini banyak berita penculikan ya, sekolah anak saya juga mulai ketat dalam hal penjemputan anak saat pulang sekolah.
    Jika belum ada yg menjemput tetap berada di kelas.

    Reply
  2. Emang ngeri sekali isu penculikan anak. Di berita banyak beredar penculiknya bukan hanya orang asing tapi saudara dekat yang jadi pelakunya. Semoga terhindar dari penculikan anak.selalu waspada terhadap kejahatan disekitar.

    Reply
  3. Aku heran lho sama motif para penculik belakangan ini. Mana pada belum tertangkap kan? Ini di Pantura kemarin heboh banget lho. KZL sama para penjahatnya. Kayaknya karena faktor mau ada pemilihan juga bisa sih ya? Masyarakat dibikin resah gitu. Tapi kalau bener kayak yang diperkirakan masyarakat, sumpah deh cuma bisa kasih doa jelek buat para pembuat kerusuhan itu.

    Reply
  4. iya ni makin marak berita soal penculikan anak akhir-akhir ini. Kebetulan saya punya keponakan yang kadang terlalu ramah sama orang baru, sehingga semua orang di rumah selalu mewanti-wanti bahwa meskipun orang terlihat baik di depan orang banyak, belum tentu benar-benar baik. Jadi, harus waspada

    Reply
  5. di Lakudo juga sedang marak berita penculikan anak ini. jujur saja, karena berita ini terus digaungkan via whatsapp saya jadi ikutan panik dan parno bahkan hampir tidak mengizinkan wahyu pergi ngaji saking takutnya, huhuhu

    Reply
  6. Ya ampun jujur takut banget sama berita penculikan yang kayaknya makin marak. Anakku masih tiga tahun pula. Makasi banyak tipsnya mba, pelan-pelan aku bilangin anak untuk lebih jaga diri. Orang tua kudu berdoa terus dan waspada

    Reply
  7. Serem dengan kasus penculikan anak begini.
    Dan penting untuk selalu memberikan bekal edukasi pada anak-anak mengenai bahayanya orang asing, orang yang gak dikenal apalagi kalau mulai memberikan sesuatu. Ini kudu diwaspadai.

    Jangan lupa mengajarkan juga doa untuk meminta kepada Allah, sang pemberi sebaik-baik perlindungan.

    Reply
  8. Bagus banget tipsnya supaya kita bisa lebih waspada lagi tentang penculikan anak yang akhir2 marak bngt bkin orang tua jadi takut ya

    Reply
  9. Jujur, berita tentang penculikan anak yang sering terjadi akhir-akhir ini bikin aku takut mbak
    memang sangat perlu mengajarkan anak-anak melindungi dirinya sendiri
    anak-anakku mau aku ikutin judo, sebagai keterampilan bela diri

    Reply
  10. Keingat dulu pas zaman SD banyak isu penculikan di sekitar sekolah. Untungnya dulu rumah dekat walau sempat juga dulu nemu orang mencurigakan dan ntah orangnya serius/iseng* suka nanya yang aneh-aneh kayak mau nyulik. Yang jelas yaaa langsung lari ngibrit.

    *belakangan sering ada konten di sosmed orang menyapa anak kecil dan nanya, “di mana cari jual kepala anak kecil?” nah dulu aku diisengin begini juga dan menakutkan sekali.

    Reply
  11. Wah penting banget nih. Kebetulan ada kakak yg masih mempunyai anak usia SD, pasti berguna sekali pengetahuan ini untuk mereka. Terima kasih sharing infonya ya

    Reply
  12. Ini masih jadi PR sih buat saya buat terus menanamkan jangan mudah ikut orang asing! Masalahnya anak saya kelihatan bibit-bibit ekstrovert yang bisa cepet akrab sama orang baru. Setiap di tempat umum, ada aja dia ngobrol sama orang asing. Saya sering cemas nih gara-gara ini.

    Sampai sekarang masih teruuss saya edukasi kalau nggak boleh sembarangan ikut orang, diajak ngobrol orang asing, dll. Nggak semua orang itu baik, Nak :’)

    Reply
  13. memiliki sikap yang tidak gampang ramah terhadap orang lain ternyata memberikan beberapa manfaat kita jadi lebih aware jika sekiranya akan menyakiti kita. Hal ini rasanya perlu juga diajarkan pada anak, bahwa dia juga boleh tidak harus selalu ramah pada setiap orang untuk meningkatkan kewaspadaan

    Reply
  14. Membekali anak cara melindungi diri itu memang penting ya, mbak. Apalagi di jamam skrg yg serba instan, cepat, tapi membahayakan. Selain itu, ortu di rumah pun, jadi merasa lebih lega

    Reply
  15. Berita atau broadcast yang berisi penculikan anak di lingkungan sekolah juga pernah terjadi beberapa waktu lalu di desa sebelah rumahku mbak
    Informasinya simpang siur
    Tapi dari situ orangtua jadi aware terhadap anak anak ketika pulang sekolah bisa lebih ketat dipantaunya
    Apalagi jika anak sudah dibekali beberapa hal di atas untuk menghindari kejadian yang tak terduga seperti penculikan

    Reply
  16. wah thanks titipnya mba, ini bagus banget untuk para orangtua untuk baca. dulu waktu saya kecil orang tua mengajarkan banyak hal ini untuk menjaga diri, mengingat ada masanya dulu waktu kecil banyak penculikan juga di tempat saya mba, tapi saya dimasukkin ke kelas bela dirinya pas SMA hehehe tapi bermanfaat juga sih

    Reply

Leave a Comment